21.55
0
Migrain kronis bisa menjadi gangguan yang menyiksa dan melemahkan. Jutaan orang menderita migrain dengan serangan jauh melampaui begitu banyak sakit kepala yang intens berhubungan dengan satu-satunya gejala dari migren. Migrain menyebabkan kepekaan ekstrem terhadap cahaya, bau suara, dan sentuhan. Penderita mungkin mengalami mual, kelemahan, pingsan, halusinasi dan gangguan penglihatan.

Jika gejala-gejala ini terjadi beberapa kali dalam sebulan akan sangat mempengaruhi kualitas hidup penderita. Kemajuan di bidang kedokteran meskipun menyediakan penderita migrain namun hanya untuk mengurangi rasa sakit agar bisa hidup normal.

Penyebab migrain sangat bervariasi dari penderita ke penderita, tetapi asal-usul serangan menyiksa ini adalah sama untuk semua orang yang pernah mengalami salah satu dari penderitaan sakit kepala sebelah. Penyebab sakit kepala migrain dimulai di otak. Di sini, pembuluh darah membesar dan serabut saraf di sekitar pembuluh darah melepaskan bahan kimia. Serangan berlanjut pada arteri yang terletak tepat di bawah permukaan candi di luar tengkorak membesar dan melepaskan bahan kimia yang menyebabkan peradangan dan nyeri. Hal ini kemudian menyebabkan pembesaran lebih lanjut dari arteri. Bagaimanapun serangan migrain tidak hanya mempengaruhi kepala.

Jenis sakit kepala mempengaruhi sistem saraf simpatik yang memicu tubuh untuk merespon dengan gejala lain yang tidak menyenangkan dari serangan migrain. Muntah, diare dan kepekaan terhadap cahaya dan suara umum di semua serangan migrain. Serangan-serangan ini juga membatasi kemampuan tubuh untuk menyerap makanan sehingga dapat menyebabkan kekurangan gizi, kelemahan dan dehidrasi, semua kondisi sangat berbahaya. Jika dibiarkan tanpa pengawasan, gejala-gejala ini dapat menjadi parah dengan sangat cepat.

Kenali pemicu migrain pada diri anda. Penyebab migrain atau dikenal sebagai pemicu sangat bervariasi tergantung pada penderita dan apa yang mempengaruhi seseorang untuk kambuh namun belum tentu berdampak pada yang lain. Beberapa pemicu ini adalah fisik atau emosional seperti stres, kurang tidur, perubahan hormonal karena siklus menstruasi atau kehamilan, dan pengerahan tenaga fisik. Lain fisiologis seperti tidak cukup makan, dehidrasi, konsumsi alkohol, merokok, overstimulation dari indra, terutama dengan cahaya terang atau bau yang kuat, dan alergi.

Konsumsi makanan tertentu dan kelompok makanan terkait dengan serangan migrain juga. Makanan ini termasuk yang mengandung tyramine, senyawa yang ditemukan dalam keju basi, anggur, ikan asap dan beberapa kacang-kacangan, MSG dan nitrat. Makanan lain yang harus dihindari oleh mereka yang sensitif terhadap serangan migrain adalah cokelat, selai kacang, pisang, alpukat dan acar. Tidak ada penjelasan nyata tentang mengapa beberapa makanan ini cenderung memicu serangan, tetapi yang lain berkaitan dengan efek makanan pada pembuluh darah otak.

Berbagi Cinta